PUTUOSHAN

20170914_110220.jpg

Pergi ke Putuoshan merupakan tujuan utama trip China September 2017 lalu. Sangat mendadak dan tidak melakukan persiapan yang sebagaimana biasa gue lakukan. Tapi ini merupakan salah satu “Wish Come True” bagi gue.

Mulai dari booking tiket promo SQ yang mendadak sampe issued nya yang cuma dikasih mikir kurang dari 2 jam. Bahkan setelah tiket issued pun masih bingung kenapa maksa pergi ke Shanghai. Mau ngapain aja, mana sendirian, tapi entah kenapa suara hati kecil teriak pergi aja!

Dan entah bagaimana juga gue dipaksa oleh insting untuk nanya Yanti, tentang trip mereka dulu. Seinget gue mereka jalan ke Xi’an, Hangzhou dan Suzhou. Sebelumnya gue sempet check tentang Xi’an, ternyata lokasi nya lebih deket ke Beijing, pilihannya gue harus ambil High Speed train atau pesawat, karena terlalu jauh. Itu pun kalo pake High Speed train kudu ambil yang sleeper train, kalo ga yah patah tulang lah sekitar 9 jam an kalo ga salah.

Ternyata jawaban Yanti cukup nyetrum jiwa gue, dia ga ke Xi’an, tapi ke Putuoshan, Hangzhou, Suzhou dan Shanghai. Langsung mengerti kenapa gue dipermudah untuk trip kali ini. Karena pernah terucap janji di hati kecil, gue suatu saat mau ke Putuoshan dimana Pulau kecil itu merupakan tempat sakral bagi para pemeluk agama Buddha Mahayana terutama yang percaya dengan Dewi Kwan Im.

Okay, sekarang gue mengerti. Hati kecil sudah sangat gembira, akhirnya wish come true gitu lah kira – kira. Setelah itu langsung ngerjain itin highlight hari nya dulu setelah mabok ngotak ngatik akhirnya nemu susunan yang menurut gue sudah the best route lah.

Day 1 : Jakarta – Shanghai

Day 2: Shanghai

Day 3: Shanghai – Putuoshan

Day 4: Putuoshan

Day 5: Putuoshan – Hangzhou

Day 6: Hangzhou

Day 7: Hangzhou – Suzhou

Day 8: Suzhou – Shanghai

Day 9: Shanghai

Day 10: Shanghai

Day 11: Shanghai – Jakarta

Setelah itu, gue booking hostel untuk memenuhi persyaratan pembuatan Visa China nya. Di Putuoshan sendiri gue pilih Hotel, karena hostel sebagian besar hanya untuk Mainland Citizen. Semua booking melalui Agoda dengan pembayaran pesan sekarang bayar nanti hingga waktu yang sudah di tentukan oleh system Agoda.

Selesai booking hotel dan hostel, gue menyiapkan dokumen pangajuan Visa. Tapi belum di proses, karena masih perlu pergi ke Ipoh, Malaysia waktu itu. Jadi sepulang dari Ipoh buru – buru gue proses. Proses nya cuma sekitar 5 hari kalender sudah selesai.

Nah, setelah itu, seharusnya gue mulai menyusun detail itin nya. Karena yang paling jauh dari Shanghai adalah Putuoshan, jadi gue pastinya mencari informasi tentang Putuoshan secara detail. Mulai dari akses masuk, transportasi nya, kondisi disana seperti apa, apa aja yang perlu disiapkan, berpa biaya nya, kembali ke Hangzhou nya dari mana dan naik apa, pokoknya layaknya pencarian detail info yang normal lah ya. Tapi, ternyata info detail yang bisa gue dapetin cuma ada dari 1 web resmi China, yaitu: https://www.travelchinaguide.

Memang lengkap sih disitu, tapi gue mau cari web yang isi nya cerita dari temen – temen yang uda pernah kesana. Gue coba cari di engine search nya google, tapi kebanyakan cerita mereka ke sana dengan tour atau dari travel agen sendiri, yang pasti nya sama sekali ga akan dijelasin detail informasi yang dibutuhin backpacker seperti gue kan. Ada 1 blog lagi dari traveler bule, tapi sepertinya juga banyak mengambil informasi dari travel china guide itu sendiri. Intinya ketauan deh, kalo Putuoshan itu bukan destinasi umum bagi turis luar negara China.

Deg – deg an banget, gue bisa nyampe sana ga yah? Dari beberapa web itu udah diinfo bahwa hampir semua penduduk nya tidak bisa berbahasa Inggris. Nah gue nasib nya gimane ini?

Mulai deh perang batin menghadapi ketakutan dengan keinginan besar untuk tetep ke Putuoshan. Gila loh! Gue sampe perlu mendamaikan hati dengan logika. At the end keputusan gue tetep pergi, just go! And wanderlust! Ga buat detail itin lebih dari info bagaimana cara mencapai Putuoshan dan melanjutkan ke kota lain nya. Hanya membuat catatan – catatan kecil di buku kecil, sama sekali tidak booking kereta atau transportasi apapun. Karena gue mau jalanin aja pelan – pelan, kalo memang jodoh, pasti bisa tiba disana dengan selamat.

Tapi ya, itu namanya doa mohon perlindungan dan bimbingan ga ada abis – abis nya selama menunggu hari ketibaan. Kalo mau jujur, lebih happy banget kalo cancel trip kali ini haha!

Intinya untuk mecapai Putuoshan bisa di capai dari Kota:

  1. Shanghai
  2. Hangzhou
  3. Ningbo

Untuk informasi yang bisa gue share ini adalah yang dari Shanghai. Dari hostel gue di area Nanjing, naik Metro sampe ke Nanpu Bridge. Dari stasiun Metro Nanpu gue keluar exit 3 kalo ga salah. Dari situ langsung ke arah kanan, masuk gedung lagi yang ternyata kaya terminal nya. Disana juga gue beli tiket bus nya. Agak susah komunikasi dengan mereka. Gue selalu mengandalkan Google translate kalau orang yang gue ajak ngomong sama sekali ga bisa Inggris.

Akhir nya mereka mengerti  tiket yang mau gue beli. Ohya, tiket nya sebaiknya dibeli 1 hari sebelumnya untuk menghindari penuh sih, tapi sebenernya ga worry juga, karena dalam sehari jam keberangkatannya banyak.

Berikut detail langkah nya:

  1. Tiket bis nya tujuan nya ke Shenjiamen bus station senilai 138 Yuan berangkat jam 10 dari Terminal Nanpu Bridge. Kurang lebih sekitar 3 jam an tiba di tujuan. Ada berhenti 1x di tempat peristirahatan, bisa untuk makan dan pipis dengan waktu terbatas, jadi gerak cepat biar ga ketinggalan. Ingetin nomor bus dan posisi parkirnya saat meninggalkan bus nya, dan ikutin orang lokal aja biar ga ketinggalan.

2.  Tiba di Shenjiamen bus station, lanjut dengan bus lagi ke Zhujiajian Ferry passenger terminal beli tiket seharga 10 yuan kalo ga salah ingat, mungkin seharusnya harga tiket dari Shanghai sudah termasuk sampai Zhujiajian Ferry Terminal, karena tiket nya ada beberapa potongan, tapi buta huruf kan, jadi kurang paham deh.

20170913_144231.jpg3. Sampe di Zhujiajian ferry passenger terminal, masuk ke bagian lobby keberangkatan, beli tiket ferry dan pass masuk Mount Putuo Scenic Area nya sebesar 200 Yuan. Simpan tiket, karena saat tiba nanti harus di scan, kalo hilang artinya beli lagi.

4. Tiba di Putuo Island, gue disuruh menghubungi orang hotel untuk minta di pick up.

20170913_153718.jpg

Sebenernya waktu booking hotel di  Putuoshan dari Indonesia, sempet beberapa kali cancel, karena gue ragu dengan status mainland citizen, yang akhirnya baru gue ngeh, jangan pernah booking hotel atau hostel dengan status seperti itu, karena bisa di tolak. Mereka memiliki regulasi bener – bener cuma untuk penduduk lokal mereka aja. Terakhir booking ternyata lokasi nya dekat dengan stasiun bus Shenjiamen. Jadi gue pikir, gue booking lagi hotel 1 malam di dalam Putuo island nya, besok malem kembali ke hotel di Shenjiamen. Dan nerusin perjalanan ke Hangzhou.

Manusia emang cuma bisa berencana, sisanya cuma pasrah. Termasuk waktu gue dapet info dari hotel yang dengan susah payah gue mengerti bahwa, besok kapal yang beroperasi terakhir sebelom jam 12 siang, lewat dari itu terminal di tutup. Semua kapal akan dihentikan karena akan ada badai, hingga tanggal 16 September nya. Artinya 3 malam gue akan terisolasi di pulau ini, cost per malam nya juga relative mahal 300 Yuan. Cakep!

20170913_160325.jpg

Gue mau ngotot untuk bisa beresin besok sebelom jam 12 siang, tapi emang secara logika sih ngotot nya, dan insting lagi – lagi debat. Emang sudah jalannya gue santai di pulau ini, dan fokus sembayang. Yah sudah berdamai lagi jiwa dan logika. Jalanin aja. Kalo emang harus keluar uang sebesar itu ya sudah. Dilalah emang yuan yang gue bawa dari Jakarta sebenernya kelebihan hitung. Jadi kebanyakan bawa uang kira – kira nilai nya sama persis seperti biaya tambahan hotel yang harus gue keluarin. Haha! Gue ga abis pikir. Seumur – umur gue ga pernah sampe salah hitung. Bener – bener kesalahan yang seperti pertanda.

Highlight Putuo Island adalah:

  1. Kwan Im temple, yang letak nya sangat dengan dengan hotel gue dan Hutan bambu ungu, merupakan tujuan utama gue datang ke Putuoshan ini.
  2. Hutan Bambu Ungu, ini sampe hari terakhir gue mencoba ke sini entah gimana ga bisa nyampe, padahal petunjuk nya sangat jelas, dan sangat dekat.
  3. Puji temple
  4. Fayu temple
  5. Huiji temple

Mengeksplore Putuo Island bisa menggunakan bis dengan rate 5 – 10 Yuan tergantung jaraknya. Semua tulisan dalam bentuk Hanzi, tolong di afalin bentuk tulisannya saat dijelaskan oleh pihak hotel yang akan memberikan peta turis.

Untuk memilih hotel sebaik nya di area dekat dengan Puji Temple, banyak restoran baik vegetarian maupun bukan. Untuk yang mau murah dan bisa bahasa mandarin, better langsung datang disana ada rumah penduduk nelayan yang sudah di renovasi untuk disewa kepada turis domestik. Mereka biasa menawarkan kamar di depan Ferry Terminal Pulau Putuo nya. Tapi kalau ga berani better ambil dari agoda lebih aman.

20170914_125905.jpg

Untuk makanan disini relative mahal ya, karena tidak banyak pilihan juga. Buat yang tujuan nya sembayang memang sebaiknya menjalankan vegetarian selama di pulau ini. Untuk makanan vegetarian yang murah sebenarnya bisa datang ke dapur vihara2 tersebut diatas sebelom jam 12 siang. Disana disediakan makanan untuk umum juga dan hanya perlu memasukkan dana sukarela ke dalam box dana nya. Setelah lewat jam 12 siang, mohon maaf, sudah tutup. Terpaksa harus makan di restoran.

Untuk perjalanan kembali ke shanghai, tetap melalui jalur datang nya, dari Ferry Teminal Putuo kita menuju Zhujiajian Ferry terminal lalu kembali membeli tiket bus menuju Shenjiamen bus station sampai tiba di Nanpu Bridge station.

Mudah sebenernya, hanya saja kendala di komunikasi saat kita mau nanya arah atau bus yang mana atau saat transit. Persiapkan translator Baidu, atau google translate aja, jadi paling tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Di Baidu malah bisa di rekan saat orang nya menjawab, sehingga kita bisa mengerti maksudnya apa.

Percaya lah semua hanya perlu tekad dan persiapan untuk bisa melakukan explorasi di tempat yang kita pikir sangat sulit sama sekali.

Selamat mencoba dan bereksplor.

 

 

7 thoughts on “PUTUOSHAN

    1. Hallo Tata,

      sebelom menjawab itu, saya perlu tau kamu mendarat dari kota mana? saya pergi dari shanghai menuju putuoshan butuh waktu 4,5jam naik bus dari shanghai sampai di zujiajian harbour, dari situ lanjut nyebrang dengan ferry kira2 15menit menuju pulau putuoshan nya.

      Bulan september kesana jangan lupa melihat prakiraan cuaca, karena jika ada badai, pelabuhan dan semua ferry akan dihentikan. Jika kamu terjebak dalam pulau, maka harus menunggu pelabuhan beroperasi kembali.

      Semoga info nya berguna 😊

      Like

    1. dear Luci,

      Waktu itu saya pernah di Purple bamboo hotel, itu dekat sekali dengan guan yin temple nya, samping hotel ada mini market tradisional dan restoran, not too bad. kalo mau di area yang ramai cari dekat area Puji temple, memang agak mahal, kmrn untuk kedua kali mya saya pergi menggunakan booking.com dapat di area dekat puji temple namun itu spt apartemen warga local, tidak terlalu rekomended krn relative lbh mahal dr hotel dan tidak lebih beraih dr hotel, lokasi pun tidak benar2 dekat dr puji temple, harus melewati lorong jalanan yang panjang.

      semoga membantu 🙏🏻

      Like

    1. Hallo Sari,

      Kalo kamu sdh di dalam putuoshan nya akses disana ada bus, asal hotel yg kamu pilih dekat stasiun bus nya sih aman ga perlu jalan jauh. Harga per trip tergantung destinasi tapi range nya 5-10 yuan kurang lebih.

      kapan mau jalan kesana? happy traveling 😍😍😍

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s